sebuah pean pendekdatang dari seorang tema, ketika bariu membuka mata setelah tidur yang cukup lama. ia menungguku di warnet tua, mencari gratisan dan menonton bola.
namun setelah berada di tempat, ia tak ada hanya sebuah motor yang terparkir rapi, dan ku cek kembali hp, datang sms yag menyatakan, untuk cepat.
membalasnya dan berharap aku belum terlambat. namun kenyataannya terlambat sudah. kuputuskan untuk kembali pulang, namun tak di duga, bang Oca datang, dengan motor penuh lumpur, flanel yang terbalik, wajah lusuh kelelahan.
kami duduk di tribun ekonomi di mana lebih banyak hal di sana, ada banyak hal lucu, pocong berbaju orange dan tengkorak berjubah yang di hadapkan dengan jepretan kamera hp hingga poket,d dan tips mengalir ke kantong mereka.
namun tak sedikit yang menjerit ketakutan, sampai orang tua mereka panik menenangkan anaknya. hkhkhk...
45 menit duduk di antara ratusan orang dan berada di barisan yanng tepat, ketika saya mengenal sebelah kanan dan kiri saya. dan mendengarkan seorang pria di puncak tribun memangang toa mini, dengan wajah ceria sekali,sepanjang 2x 45 menit ia hanya mengeluarkan umpatan-umpatan, sialan.
pria di sebelahku berkata.
...." saya muw ngantikan ongkos tiketnya, tapi dia harus keluar dari stadion"...
umpatan-umpatan keluar dengan derasnya , seperti lemparan botol AMDK ke dalam area lapangan. sayangnya entah seseorang di lapangan sana mendengarkan makiannya. ia hana membuang tenaga saya.
sepak bola dan pembodohan masal yang besar-besaran secara nyata, ini buktinya. ketika perm,ainan berlangsung ada sebuah kejadian di tengah lapangan hijau.
wasit meniup dan mengangkat tangan, dengan pandangan ke arah hakim garis, dan serentank penonton berteriak. dan terjadi gumamman di mana-mana, mempertanyakan " itu ndak offside.. ". dan sebuah celetupan datang.
..,."wah ndak offside itu, nyata betul kalo itu ofside... ah wasit ini, menghina kecerdasan penonton tentang sepak bila ... payah sekali "..
peluit panjang, penonton puas begitu juga kami cukup puas, meskipun saya tak pernah mendukung tuan rumah, namun kesenangn merayakan goll... itu ada saja dan tiba-tiba.
namun kami tak beranjak, dari tempat duduk, malah merencanakan unuk membeli nasi padang, em ide bagus. sambil menunggu pertandingan berikutnya U-21.
dan semuanya berakhir ketika nasi padang habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar